Halaman

Senin, 19 November 2012

perasaan 'tak berguna'


Aku menyebutnya ‘perasaan tak berguna’. Gapeduli seberapa kuat aku nahan dan nyembunyikan ‘perasaan tak berguna’  ini. Ini anugrah ? ini musibah ? aku ga begitu mengerti dengan perasaan yang aku punya. Kadang aku sangat benci kenapa ‘perasaan tak berguna’ ini datang begitu saja ?

Ini keterlaluan ? ya ! benar ini keterlaluan rasa yang kupunya terlalu berlebihan kepadanya. Rasa sayang, cinta, cemburu, rindu, bahkan yang terparah adalah rasa memiliki yang sangat sangat sangat tidak aku inginkan. Aku hanya menginginkan bahagia semua sederhana seperti biasanya tidak berlebihan seperti. Taukah ? ‘perasaan tak berguna’ ini menyiksa. Ya, jika ada yang berkata cinta itu buta, cinta itu bisa membunuh ya aku percaya. Karena aku merasakannya, tapi perasaan ini tidak membunuhku, atau mungkin BELUM membunuhku ?

‘Perasaan tak berguna’ ini jika aku bisa memilih aku ingin memilikinya sedikit saja tidak perlu banyak seperti ini. Perasaan ini memaksanya untuk bersikap seperti apa yang aku mau seperti apa yang semestinya aku inginkan terjadi. Tapi aku juga manusia sepertinya, aku bisa merasakan bagaimana rasanya pengekangan. Seharusnya aku membiarkan dia menjadi dirinya, membebaskan dia dengan dunianya membiarkannya terbang tanpa rasa takut dia kembali dengan segerombolannya yang membuatku semakin sekarat.

‘perasaan tak berguna’ ini siapapun memilikinya tapi mungkin dengan kadar yang berbeda. Rasa takut ? 
Khawatir ? yang keterlaluan ! Aku ingin melepaskan perasaan-perasaan tak berguna ini ! aku tidak memerlukannya !! taukah ? aku mungkin sekarang berkata seperti ini karena aku merasa aku akan baik jika perasaan tak beguna ini tidak lagi lebih besar dari ini. Tapi jika nanti Tuhan membekukan dan mendinginkan hatiku ? bisakah aku merasakan kehangatan kasihsayang yang tulus lagi ? bisakah aku merasakan takut kehilangan seseorang yang aku sayang ? bisakah aku menangis lagi karena khawatir padanya yang tak memberikan kabar walau sebentar ?

Membuatku berfikir  1000x lagi, Tuhan memang Maha Sempurna, Dia menciptakan rasa yang kusebut tidak berguna ini bisa peka terhadap apa yang ada disekitarku apa yang ada dihadapanku yang menyayangiku yang berusaha melindungiku. Aku terhenyuh dalam sunyi malam ketika kuingat kembali amarah menyelimutiku dan dia berusaha membuat kepalaku yang uratnya nyaris putus kembali tenang. Mengusap airmataku ketika aku lelah untuk tetap kuat, memelukku ketika aku membutuhkannya untuk melepaskan rasa rindu. Maha Besar Tuhan yang menciptakan hambanya yang bisa memberikan itu semua kepadaku, memberikan aku malaikat yang terkadang aku benci dan mencaci-maki bahkan membuatnya menangis.

Tuhan, terimakasih .. aku tau, aku tak selalu memperdulikan-Mu, terimakasih telah memberikan aku istana, raja dan ratu, prajurit, dan tentu saja pangeran yang kau nyaris sempurnakan hatinya untukku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar