Aku menyebutnya ‘perasaan tak berguna’. Gapeduli seberapa
kuat aku nahan dan nyembunyikan ‘perasaan tak berguna’ ini. Ini anugrah ? ini musibah ? aku ga begitu
mengerti dengan perasaan yang aku punya. Kadang aku sangat benci kenapa ‘perasaan
tak berguna’ ini datang begitu saja ?
Ini keterlaluan ? ya ! benar ini keterlaluan rasa yang
kupunya terlalu berlebihan kepadanya. Rasa sayang, cinta, cemburu, rindu,
bahkan yang terparah adalah rasa memiliki yang sangat sangat sangat tidak aku
inginkan. Aku hanya menginginkan bahagia semua sederhana seperti biasanya tidak
berlebihan seperti. Taukah ? ‘perasaan tak berguna’ ini menyiksa. Ya, jika ada
yang berkata cinta itu buta, cinta itu bisa membunuh ya aku percaya. Karena aku
merasakannya, tapi perasaan ini tidak membunuhku, atau mungkin BELUM membunuhku
?
‘Perasaan tak berguna’ ini jika aku bisa memilih aku ingin
memilikinya sedikit saja tidak perlu banyak seperti ini. Perasaan ini
memaksanya untuk bersikap seperti apa yang aku mau seperti apa yang semestinya
aku inginkan terjadi. Tapi aku juga manusia sepertinya, aku bisa merasakan
bagaimana rasanya pengekangan. Seharusnya aku membiarkan dia menjadi dirinya,
membebaskan dia dengan dunianya membiarkannya terbang tanpa rasa takut dia
kembali dengan segerombolannya yang membuatku semakin sekarat.
‘perasaan tak berguna’ ini siapapun memilikinya tapi mungkin
dengan kadar yang berbeda. Rasa takut ?
Khawatir ? yang keterlaluan ! Aku ingin
melepaskan perasaan-perasaan tak berguna ini ! aku tidak memerlukannya !!
taukah ? aku mungkin sekarang berkata seperti ini karena aku merasa aku akan
baik jika perasaan tak beguna ini tidak lagi lebih besar dari ini. Tapi jika
nanti Tuhan membekukan dan mendinginkan hatiku ? bisakah aku merasakan
kehangatan kasihsayang yang tulus lagi ? bisakah aku merasakan takut kehilangan
seseorang yang aku sayang ? bisakah aku menangis lagi karena khawatir padanya
yang tak memberikan kabar walau sebentar ?
Membuatku berfikir
1000x lagi, Tuhan memang Maha Sempurna, Dia menciptakan rasa yang
kusebut tidak berguna ini bisa peka terhadap apa yang ada disekitarku apa yang
ada dihadapanku yang menyayangiku yang berusaha melindungiku. Aku terhenyuh
dalam sunyi malam ketika kuingat kembali amarah menyelimutiku dan dia berusaha
membuat kepalaku yang uratnya nyaris putus kembali tenang. Mengusap airmataku
ketika aku lelah untuk tetap kuat, memelukku ketika aku membutuhkannya untuk
melepaskan rasa rindu. Maha Besar Tuhan yang menciptakan hambanya yang bisa
memberikan itu semua kepadaku, memberikan aku malaikat yang terkadang aku benci
dan mencaci-maki bahkan membuatnya menangis.
Tuhan, terimakasih .. aku tau, aku tak selalu memperdulikan-Mu,
terimakasih telah memberikan aku istana, raja dan ratu, prajurit, dan tentu
saja pangeran yang kau nyaris sempurnakan hatinya untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar