Halaman

Jumat, 23 November 2012

KEPO

salah cuman pengen tau keadaanmu ?
salah kangen sama kamu ?
salah selalu mau nunggu kamu ?
salah pengen tau kamu lagi apa ?
lagi sama siapa ?
salah aku mau tau semuanya ?
sampe gada lagi privasi ?

ya emang salah, tapi gitulah aku.
aku berusaha tau tanpa kamu beri tau,
tapi kalo aku udah cape ?
aku pasti tanya kamu.
bukan ga percaya, tapi aku mau tanunya lebih..

ga semua yang diungkapin ada di hati dan pikiran...
ada yang tersembunyi, disana yang paling dalam..
dimana kamu menguncinya dan menguburnya..

Senin, 19 November 2012

demi kita

ga semuanya kamu harus tau :) kadang aku harus menutupi nya.. demi kebaikan kita

cuma aku dan Tuhan yang tau

pahit rasanya jadi yang serba serba serba ! rasanya sakit :) ha ha 

BUSUK !


Aku terlanjur membencinya, hatiku tidak membaca kebenaran yang dia saksikan. 
Kenapa ? Kenapa aku tidak begitu saja mempercayainya ? 
Apakah dia terlalu menyebalkan untuk kupercaya ? Gak ! Gak gini ! 
Sekalipun aku membenci seseorang, jika hatiku berkata ‘ya, dia benar’ aku pasti bisa berbaik sangka kepadanya, aku gasuka dendam.. hanya saja aku suka marah gak lebih dari 3 atau 4 hari bahkan aku gatahan lama-lama menyimpan amarah membuatku merasa lemah dan tua seperti penyihir Pipiyot jelek yang  selalu menjahati kurcaci seperti Oki dan peri cantik dan baik seperti Nirmala.

Mau banget aku neriakin didepan mukanya ! ‘munafik !’ ‘pembohong !’ ‘jangan sok manis deh sama gue !’ gakuat ! apa-apa tentang dia yang seselera dengan aku ? hah ! paling ikut-ikutan doang biar mau juga gitu kubilang ‘eh, kita sama ya suka ini itu juga blablabla’ daaaan finally jadi SAHABAT ngook !!!!! 

ya aku akan memainkan peran siapa aku dan siapa kamu, terdengar jahat . ya ! sangat jahat ! aku tegaskan sekali lagi KAMU ADALAH MANUSIA MUNAFIK BUSUK !!!!
La la la la laaaa ! katakan saja kata-kata yang meyakinkan aku untuk percaya padamu. Haha ! Ngimpi ! I watch you J

perasaan 'tak berguna'


Aku menyebutnya ‘perasaan tak berguna’. Gapeduli seberapa kuat aku nahan dan nyembunyikan ‘perasaan tak berguna’  ini. Ini anugrah ? ini musibah ? aku ga begitu mengerti dengan perasaan yang aku punya. Kadang aku sangat benci kenapa ‘perasaan tak berguna’ ini datang begitu saja ?

Ini keterlaluan ? ya ! benar ini keterlaluan rasa yang kupunya terlalu berlebihan kepadanya. Rasa sayang, cinta, cemburu, rindu, bahkan yang terparah adalah rasa memiliki yang sangat sangat sangat tidak aku inginkan. Aku hanya menginginkan bahagia semua sederhana seperti biasanya tidak berlebihan seperti. Taukah ? ‘perasaan tak berguna’ ini menyiksa. Ya, jika ada yang berkata cinta itu buta, cinta itu bisa membunuh ya aku percaya. Karena aku merasakannya, tapi perasaan ini tidak membunuhku, atau mungkin BELUM membunuhku ?

‘Perasaan tak berguna’ ini jika aku bisa memilih aku ingin memilikinya sedikit saja tidak perlu banyak seperti ini. Perasaan ini memaksanya untuk bersikap seperti apa yang aku mau seperti apa yang semestinya aku inginkan terjadi. Tapi aku juga manusia sepertinya, aku bisa merasakan bagaimana rasanya pengekangan. Seharusnya aku membiarkan dia menjadi dirinya, membebaskan dia dengan dunianya membiarkannya terbang tanpa rasa takut dia kembali dengan segerombolannya yang membuatku semakin sekarat.

‘perasaan tak berguna’ ini siapapun memilikinya tapi mungkin dengan kadar yang berbeda. Rasa takut ? 
Khawatir ? yang keterlaluan ! Aku ingin melepaskan perasaan-perasaan tak berguna ini ! aku tidak memerlukannya !! taukah ? aku mungkin sekarang berkata seperti ini karena aku merasa aku akan baik jika perasaan tak beguna ini tidak lagi lebih besar dari ini. Tapi jika nanti Tuhan membekukan dan mendinginkan hatiku ? bisakah aku merasakan kehangatan kasihsayang yang tulus lagi ? bisakah aku merasakan takut kehilangan seseorang yang aku sayang ? bisakah aku menangis lagi karena khawatir padanya yang tak memberikan kabar walau sebentar ?

Membuatku berfikir  1000x lagi, Tuhan memang Maha Sempurna, Dia menciptakan rasa yang kusebut tidak berguna ini bisa peka terhadap apa yang ada disekitarku apa yang ada dihadapanku yang menyayangiku yang berusaha melindungiku. Aku terhenyuh dalam sunyi malam ketika kuingat kembali amarah menyelimutiku dan dia berusaha membuat kepalaku yang uratnya nyaris putus kembali tenang. Mengusap airmataku ketika aku lelah untuk tetap kuat, memelukku ketika aku membutuhkannya untuk melepaskan rasa rindu. Maha Besar Tuhan yang menciptakan hambanya yang bisa memberikan itu semua kepadaku, memberikan aku malaikat yang terkadang aku benci dan mencaci-maki bahkan membuatnya menangis.

Tuhan, terimakasih .. aku tau, aku tak selalu memperdulikan-Mu, terimakasih telah memberikan aku istana, raja dan ratu, prajurit, dan tentu saja pangeran yang kau nyaris sempurnakan hatinya untukku.